Skip to main content

Merumuskan Kemaslahatan Bersama di Muhima HESy

Sore tadi beberapa mahasiswa menemui saya. Mereka panitia Musyawarah Himpunan Mahasiswa (MUHIMA) Hukum Ekonomi Syariah, yang diketuai oleh Galang.

Beberapa mahasiswa ini mengabarkan bahwa esok pagi, Selasa 1 Februari 2022 pukul 08.00 akan diadakan Musyawarah Himpunan Mahasiswa HESy di kampus 2.

Acara ini adalah acara besar, musyawarah yang melibatkan seluruh mahasiswa aktif jurusan Hukum Ekonomi Islam, dari angkatan tertua 2015 sampai angkatan termuda 2021. Semua diundang untuk berkontribusi dalam rapat akbar tahunan ini.

Muhima adalah forum bersama di mana semua keluarga besar mahasiswa hukum ekonomi syariah duduk bersama, dalam status yang sama dengan hak yang sama, tanpa kecuali. Semua bisa berkontribusi untuk kemaslahatan bersama, berpendapat, bersuara, dan memilih serta dipilih.

Di forum ini, dilakukan evaluasi atas roda organisasi HMJ selama setahun terakhir. Hal-hal baik yang sudah dilakukan bisa dikembangkan di masa depan. Hal-hal negatif, seperti vakumnya kepengurusan, bisa dijadikan catatan untuk perbaikan ke depan.

Di forum Muhima ini, semua mahasiswa punya tanggung jawab yang sama untuk merumuskan agenda-agenda besar untuk menjawab tantangan serius yang dihadapi oleh mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah di masa mendatang.

Di forum Muhima juga, nantinya akan dimusyawarahkan siapa penerus estafet kepemimpinan HMJ yang dipersiapkan untuk membawa HMJ lebih maslahat ke depannya.

Maslahat bagi seluruh mahasiswa HESy, memberikan kontribusi bagi peningkatan kompetensi mahasiswa HESy, dan mendukung proses akreditasi Prodi HESy yang sedang berjalan.

Silakan berkompetisi secara fair, terbuka, jujur, adil, dan bertanggung jawab. Jadikan momen ini sebagai wahana belajar berdemokrasi secara sehat. Karena hal yang dimulai dengan baik, akan berjalan dengan baik, dan kelak akan berakhir dengan kebaikan. Demikian pula sebaliknya.

Satu hal yang penting dicatat, menjadi ketua HMJ adalah ujian dan cobaan, bukan prestasi. Karena jika Anda menjadi ketua tetapi tidak mampu memberikan maslahat bagi seluruh mahasiswa HESy, maka justru Anda melakukan wanprestasi.

Oleh sebab itu, penting bagi seluruh mahasiswa HESy untuk kembali menata niat. Lepaskan semua jaket dan bendera di luar. Masuklah ke ruangan sebagai keluarga besar mahasiswa HESy, duduklah bersama di forum bersama, merumuskan kemaslahatan bagi seluruh mahasiswa HESy, tanpa kecuali.

Selamat bermuhima dengan gembira...


Muhamad Nasrudin, M.H.

Ketua Jurusan HESy

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Mukallaf dan Baligh dalam Fikih Islam

Terdapat dua istilah yang seringkali disebut tatkala membincang subjek hukum dalam fikih, yakni mukalaf dan baligh. Kedua istilah ini seringkali dianggap memiliki satu makna yang sama dan bisa saling substitusi. Terkadang seseorang menyebut mukalaf padahal yang dimaksud adalah balig. Ada pula orang lain yang menyebut kata baligh, padahal yang ia maksud adalah mukallaf. Hal yang cukup menggembirakan adalah, pengetahuan masyarakat tentang baligh sudah cukup baik. Warga di kampung kami, misalnya, umumnya memahami baligh sebagai orang yang sudah dewasa. Pengertian ini tidak salah dan sudah mendekati kebenaran. Dalam pandangan fikih, secara tegas baligh adalah kondisi di mana seseorang sudah mencapai usia dewasa secara biologis. Titik tekan dalam fikih ini adalah kedewasaan secara biologis yang lazimnya ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi secara sempurna. Kesempurnaan ini bisa dilihat dari beberapa tanda fisik dan psikis. Bagi perempuan, ovarium sudah bisa memproduksi sel tel...

penerbit siap tampung penulis pemula

Ketakutan rupanya menjadi satu hal yang amat mengganggu bagi seorang penulis pemula. Ia takut ketika akan mengirimkan naskahnya, jangan-jangan nanti tidak diterbitkan. Hal ini saya rasakan ketika saya hendak menawarkan naskah saya yang pertama. Namun hal ini bisa disiasati dengan membangun kepercayaan diri sekuat mungkin. Caranya? Sajikan naskah kita kepada beberapa kawan untuk membaca naskah tersebut. Catat komentar mereka. Koleksi sebanyak mungkin komentar tersebut, dan tampung apa adanya. Dari sini, kita akan tahu sejauh mana capaian penulisan kita. Lampirkan komentar-komentar tersebut apa adanya saat Anda menawarkan naskah tersebut kepada penerbit. Ini akan menjadi daya tawar lebih bagi Anda di hadapan penerbit. Sekarang, setelah saya menjadi editor in-house di penerbit Jalasutra (www.jalasutra.com), saya menjumpai banyak penulis pemula yang takut dan minder kala berhadapan dengan penerbit. Mulai saat itu, saya selalu menekankan kepada para penulis pemula yang menawarkan naskah k...

Menguliti Tradisi Tasawuf (1)

Ini adalah tulisan riset saya di Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN Walisongo edisi 30 tentang Mistisisme. Tulisan ini kami turunkan dalam beberapa potongan agar mudah dalam membacanya.  Mistisisme Islam: Selayang Pandang Tasawuf Islam Dapat dikatakan, mistis adalah bahan yang tak habis dibicarakan. Terlebih bagi masyarakat Timur. Neils Mulder, saat memberikan kata pengantar dalam hasil pene­litiannya di Jogjakarta menyatakan kekagumannya akan hal ini. Masyarakat Timur, menurutnya, bebas membicarakan dunia mistis, bahkan dalam hidup keseharian. Berbeda dengan masyarakat Barat yang enggan membicarakan dimensi religiusitas, apalagi mistis. [1] Mistis menyajikan pengalaman batin yang tiap orang bisa berbeda jalan pengalaman, penafsiran, dan tentunya perspektif. [2] Karena itu, di antara peminat maupun penikmat mistis, baik pelaku sendiri, masyarakat awam, ulama, atau peneliti, tak ada kata sepakat dalam pendefinisian mistis. Apalagi, saat mistis bermesraan dengan sa...

Gaul Iya, Paham Islam Juga

"Ma...ma...af, sa...ya...nggak tahu, Pak" Jawaban grogi seperti itulah barangkali yang kamu berikan kala ditanya gurumu: Apakah zakat itu? Gimana menyalurkannya? Mengapa kita musti beribadah? Apa sajakah ibadah itu? Dan seterusnya. Dan sebagainya. Ataukah dengan pedenya kamu tetep ngejawab atas ketidaktahuanmu? Janganlah yaw! Malu-maluin... Pertanyaannya kemudian, kenapa kita tidak tahu, padahal kita mengaku muslim sejati? Hayo... Kenapa? Mungkin, di antara kamu ada yang ngejawab, "Nggak ada waktu untuk belajar agama." Atau, "Mata pelajaran agama di sekolah ngebosenin, monoton, dan gurunya killer abis". Boleh jadi yang disampaikan di sekolah atau pengajian saat bicara agama pasti mengarah ke surga atau neraka. Iya, kalau kita punya tabungan banyak ibadah karena ngerti caranya, kita bisa pegang tiket ke surga. Lha kalau kita banyak dosa? Atau, kita tidak shalat misalnya dengan alasan aneh: karena tidak bisa. Apa tidak repot? Belum lagi jika belajar a...

perda fiqhy vs kebebasan beragama

Beberapa tahun belakangan, kita diramaikan dengan beberapa daerah yang berlomba-lomba menerapkan peraturan berbasis agama, entah itu Islam, atau agama yang lain. Mereka begitu bersemangat memasukkan ajaran agama lewat legislasi peraturan di daerah. Gerakan memasukkan ajaran agama ke negara sebetulnya bukan permasalahan baru. Sehari pasca-kemerdekaan, founding father kita disibukkan keinginan dua kubu yang bertentangan. Kaum nasionalis mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Sedang kubu Islam, mengajukan Islam sebagai dasar negara. Berdasarkan info yang diterima M. Hatta dari intelejen Jepang di Manado, Indonesia Rimur menolak Islam sebagai asas negara. Bahkan, mereka mengancam akan memisahkan diri dari Indonesia. Kubu Islam menghadapi dua opsi yang tidak mengenakkan, menerima Pancasila sebagai dasar negara atau Indonesia yang baru merdeka, terpecah-belah. Akhirnya, dipilih opsi pertama—menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Tapi, semangat menjadikan Islam sebagai...

Khutbah Idul Adha dan Idul Fitri Sepanjang Masa

KHUTBAH I ุงู„ู„ู‡ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ. ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ. ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ. ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑْ ูƒَุจِูŠْุฑًุง ูˆَุงู„ْุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ูƒَุซِูŠْุฑًุง ูˆَุณُุจْุญَุงู†َ ุงู„ู„ู‡ِ ุจُูƒْุฑَุฉً ูˆَุฃَุตِูŠْู„ุงً، ู„َุงุฅِู„ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุญْุฏَู‡ُ، ุตَุฏَู‚َ ูˆَุนْุฏَู‡ُ ูˆَู†َุตَุฑَ ุนَุจْุฏَู‡ُ ูˆَุฃَุนَุฒَّ ุฌُู†ْุฏَู‡ُ ูˆَู‡َุฒَู…َ ุงู„ْุฃَุญْุฒَุงุจَ ูˆَุญْุฏَู‡ُ، ู„ุงَุฅِู„ู‡َ ุฅِู„ุงَّ ุงู„ู„ู‡ُ ูˆَุงู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ، ุงَู„ู„ู‡ُ ุฃَูƒْุจَุฑُ ูˆَู„ู„ู‡ِ ุงْู„ุญَู…ْุฏُ ุงْู„ุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ุงْู„ุญَู…ْุฏُ ู„ู„ู‡ِ ุงู„ّุฐูŠ ู‡َุฏَุงู†َุง ุณُุจُู„َ ุงู„ุณّู„ุงَู…ِ، ูˆَุฃَูْู‡َู…َู†َุง ุจِุดَุฑِูŠْุนَุฉِ ุงู„ู†َّุจِูŠّ ุงู„ูƒَุฑูŠู…ِ، ุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ْ ู„َุง ุงِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„ู‡ ูˆَุญْุฏَู‡ُ ู„ุง ุดَุฑِูŠูƒ ู„َู‡، ุฐُูˆ ุงْู„ุฌَู„ุงู„ِ ูˆَุงู„ุฅูƒْุฑุงู…، ูˆَุฃَุดْู‡َุฏُ ุฃَู†ّ ุณَูŠِّุฏَู†َุง ูˆَู†َุจِูŠَّู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏًุง ุนَุจْุฏُู‡ُ ูˆَ ุฑَุณูˆู„ُู‡، ุงู„ู„ّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆ ุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†ุง ู…ُุญَู…ّุฏٍ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุฃุตْุญุงุจِู‡ِ ูˆَุงู„ุชَّุงุจِุนูŠู†َ ุจِุฅุญْุณุงู†ِ ุฅู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ุงู„ุฏِّูŠู†،   ุฃู…ุง ุจุนุฏ: ููŠุงุฃูŠู‡ุง ุงู„ุฅุฎูˆุงู†، ุฃูˆุตูŠูƒู… ูˆ ู†ูุณูŠ ุจุชู‚ูˆู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุทุงุนุชู‡ ู„ุนู„ูƒู… ุชูู„ุญูˆู†، ู‚ุงู„ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ ููŠ ุงู„ู‚ุฑุงู† ุงู„ูƒุฑูŠู…: ุฃุนูˆุฐ ุจุงู„ู„ู‡ ู…ู† ุงู„ุดูŠุทุงู† ุงู„ุฑุฌูŠู…، ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุง...

Doa Memulai Pengajian Al-Quran, Ilahana Yassir Lana

Berikut ini adalah doa yang biasa dibaca sebelum memulai mengaji al-Quran.  Ilaahana yassir lanaa umuuronaaa 2 x Min diininaaa wa dun-yaanaaa 2 x Yaa fattaahu yaa aliim 2 x Iftah quluubanaa 'alaa tilaawatil qur'aan 2 x Waftah quluubanaa alaa ta'allumil 'uluum 2x