Skip to main content

Posts

Showing posts from 2020

Zakat Fitrah

Fitrah berasal dr kata fathara فطر. Kata ini juga menjadi asal bagi kata ifthar افطار. Kata yang terakhir ini bermakna berbuka setelah puasa.
Kata fathara فطر juga menjadi akar bagi kata Idulfitri. Id adalah Hari Raya. Fitrhi adalah makan-makan. Idulfitri adalah hari raya makan-makan setelah sebulan penuh berpuasa.
Nah... 
Dari sinilah kita jadi mengerti bahwa zakat fitrah dan idulfitri terkait dengan makan-makan atau berbuka selepas puasa.
Sebab itulah, mazhab Syafii menyatakan bahwa zakat fitrah harus dalam wujud bahan makanan pokok setempat قوت البلد. Kalau di kampung tsb bahan makanan pokoknya beras, ya beras. Kalau gandum, ya gandum. Kalau sagu, ya sagu.
Kalau di satu kampung ada dua bahan makanan pokok, misalnya jagung dan sagu, maka ambil makanan yang paling populer. Kalau sama-sama populer, boleh memilih di antara keduanya.
Mengapa harus bahan makanan pokok? 
Salah satunya agar zakat bisa langsung digunakan untuk ifthar (berbuka/dimakan) pada hari raya Idul Fithri atau hari raya maka…

Konferensi Internasional Al-Azhar Hasilkan 29 Rumusan Pembaharuan Pemikiran Islam

Konferensi Internasional Al-Azhar Hasilkan 29 Rumusan Pembaharuan Pemikiran Islam Jum'at, 31 Januari 2020 13:25 WIB
Konferensi Internasional Al-Azhar menghasilkan sejumlah rumusan terkait pembaharuan pemikiran Islam. Ada 29 rumusan yang dibacakan oleh pemimpin tertinggi Al-Azhar, Grand Syeikh Prof. Dr. Ahmed Thayyib. Delegasi Indonesia terdiri dari Prof. Dr. H. Din Samsudin, Prof Dr. KH. Quraish Shihab, Dr. TGB. H. Muhammad Zainul Majdi dan Dr. H. Muhklis Hanafi.
Berikut ini Rumusan Hasil Konferensi Internasional Al-Azhar:
Bismillahirrahmanirrahim
DEKLARASI KONFERENSI INTERNASIONAL AL-AZHAR TENTANG PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAM
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Baginda Rasulullah beserta segenap keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikuti tuntunannya hingga hari Pembalasan. 
Berangkat dari keyakinan Al-Azhar terhadap keniscayaan pembaruan permasalahan agama, keharusan meniti jalan syariat untuk mengimbangi hal-hal baru, dan demi mewujudkan kepentingan m…

Dies Natalis UIN Walisongo ke-50

Alhamdulillah pernah dididik di Uin Walisongo Semarang pada tahun 2004-2009. Masa di mana jiwa muda masih menggelegak dan tak mau dikekang. Masa di mana segala hal ingin dicoba, diuji, dan dikritik.
Masa di mana kehidupan diisi dengan berbagai olah pikir, olah jiwa, dan olah raga. Masa di mana kita merasa keren menyandang gelar aktivis, terlibat di puluhan organisasi, terlibat di ratusan kegiatan, meskipun sebagai penggembira dan romli. Hahaha...
Masa di mana setiap sore dihabiskan untuk diskusi di Juras bersama Lpm Justisia untuk berproses, belajar berpikir, berwacana, dan menulis. 
Masa di mana tulisan mejeng di koran adalah sebuah prestis sekaligus penyambung nyawa. Dan Alhamdulillah ini adalah artikel saya yang pertama kali dimuat di Koran Kompas, saat semester 3 pada tahun 2005.
Masa di mana setiap malam dihabiskan di Asrama Iain Semarang dengan segenap keriuhan dan kekonyolan di atas tandon. Hahaha...
Masa setiap pekanan (usbuiyah) dilaksanakan di Nafilah Di Dadaku dengan segala gela…

Sebuah Cerita tentang PMII Rayon Syariah Komisariat Walisongo

Sebagai santi yang dididik dalam kultur NU yang kental, saya kenal dengan PMII sejak nyantri di Sirojuth Tholibin, tepatnya di Madrasah Aliyah Tajul Ulum  pada mata pelajaran Ke-NU-An. Almaghfurlah Kiai Muqorobin di depan kelas bercerita bahwa ada organ NU yang mewadahi mahasiswa NU bernama PMII. Dalam buku paket Ke-NU-an saya juga menemui informasi demikian.
Tak lama berselang, saya menjadi lebih kenal dengan PMII saat Mas Ruchman Basori , aktivis PMII Walisongo Semarang mengisi materi pelatihan kepemimpinan di OSIS sekolah kami, sekitar tahun 2002 akhir. Diam-diam saya mengagumi gaya orasi Mas Ruchman saat menjelaskan materi di depan forum. Keren sekali waktu itu.
Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 2004 saya melanjutkan studi di Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang. Saat itu saya diajak ikut Mapaba. Saya agak ragu untuk mendaftar karena ada kabar di Pondok akan ada kegiatan di hari yang sama. Benar saja. Ada benturan kegiatan di Pondok sehingga saya tidak jadi ikut. Saat itu …

Pengajian Kilatan Ramadhan 1441/2020

Bismillah wal hamdulillah...  Shalatan wa salaman ala Rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa man walah.
Alhamdulillah kita bisa kembali bertemu dengan Ramadhan.
Dan alhamdulillah lagi, tahun ini kita bisa kembali ngalap barokah bulan Ramadhan, para muallif, dan para masyayikh dengan salah satunya, mengkaji kitab. Mulanya mau ngaji offline saja biar bisa ger-geran bareng. Tetapi karena ada penjarakan fisik akibat Corona, semua dialihkan ke online.
Teman-teman DEMA IAIN Metro menghubungi dan meminta ngaji bareng. Topik kajiannya adalah fikih. Maka saya pilihkan Kitab Shiyam anggitan Syaikh Zainal Abidin Munawwir Krapyak. Kajiannya diadakan live di IG @nasrudinbanget dan @dema_iainmetro setiap hari pukul 16.00-16.30 WIB
Kemudian sahabat-sahabat PMII Komisariat Jurai Siwo juga gak mau kalah ngajak ngaji. Topik kajiannya ilmu tauhid. Kitabnya saya pilih Qathr al-Ghayts karya Syeikh Nawawi Banten yang merupakan Syarah dr Masail Imam Abi Layts As-Samarqandy. 
Kitab ini dikaji setiap pukul 20.30 se…

Pra-syarat New Normal

New Normal adalah pelonggaran PSBB di mana kita bisa kembali beraktivitas di luar dengan prosedur keselamatan yang ketat. Alasannya karena Covid tidak mungkin hilang dalam waktu dekat dan kita harus ubat-ubet agar bisa ngliwet.
Namun demikian, new normal memiliki beberapa pra-syarat. Kalau pra-syarat ini tidak terpenuhi, maka new normal hanya akan menimbulkan risiko yang jauh lebih dalam dibanding PSBB. 
Apa saja pra-syaratnya?
1. Virus sudah terpetakan secara jelas ada di mana saja. Peta ini membantu kita bisa beraktivitas di mana saja. Mana area yang rawan dan mana area yang hijau. Tanpa pemetaan itu, kita hanya akan hidup dalam was-was terus-menerus. Satu hal yang penting dicatat, melonggarkan PSBB berpotensi memperluas area was-was.
2. Penyebaran virus sudah terkendali. Kalau jumlah penularan makin meningkat, pelonggaran PSBB hanya akan menambah jumlah penularan baru. Sayangnya, hingga saat ini jumlah penularan baru makin meningkat. Coverage virus pun makin meluas. Pelonggaran PSBB be…

Rahasia Sukses Menjadi Imam Tarawih

Seiring banyaknya masjid yang membatasi salat tarawih, jumlah Imam Tarawih di rumah-rumah bisa dipastikan meledak, termasuk Anda barangkali. Heuheuheu....

Nah, setelah berjalan dua malam, baru terasa kan, bahwa menjadi imam tarawih itu tidak mudah. Namun demikian, ada dua hal yang bisa dilakukan agar beban menjadi imam tarawih menjadi ringan, bahkan lenyap.

Apa itu?

Pertama, mundur. Haha... Tapi sayangnya ini bukan opsi yang nirkonsekuensi. Apalagi jika Anda adalah menantu dan makmum adalah keluarga besar mertua. Heuheuheu...

Kedua, ya maju terus. Jika dilakukan secara terus-menerus insyallah akan terasa ringan.

Prinsipnya begini.

Imam itu adalah pelayan bagi makmum. Maka Anda harus mengerti siapa saja makmumnya dan apa yang mereka inginkan. Itu kunci utamanya.

Biasanya sih, mayoritas makmum lebih suka versi imam ekspres. Maka pilih bacaan yang pendek asal tartil. Bacaan surat pendek tapi tuntas lebih baik daripada surat panjang tapi cuma sepenggal-sepenggal, kecuali Anda mau mengkhat…

Mubadalah: Dari Paradigma hingga Strategi Penyelesaian Sengketa

Alhamdulillah kemarin berkesempatan belajar kembali bersama Kiai Faqih Abdul Kodir tentang mubadalah setelah akhir tahun lalu sempat belajar bersama beliau. Sebetulnya pengen menuliskan catatan ini sejak tahun lalu, tapi malah kelupaan. Hehe... Pangapunten. Baiklah. Saya ingin cerita tentang mubadalah seperti yang kemarin saya pelajari. Jadi mubadalah itu berasal dari kata badala, yang bisa bermakna menggantikan. Kata mubadalah punya faedah musyarakah sehingga maknanya menjadi "saling menggantikan". Kata mubadalah sendiri pada awalnya searah dengan makna jual-beli. Situ jual, sini beli. Kira-kira semacam itu. Secara lebih konkret, mubadalah lebih pas jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai kesalingan, saling mengisi, saling melengkapi, saling asah, saling mendukung untuk kemaslahatan bersama. Jadi mubadalah lebih ke arah pemenuhan visi bersama menuju maslahah bersama. Secara historis, mubadalah diketengahkan oleh Kiai Faqih sebagai kritik atas dua ekstrem: antara f…