Skip to main content

Posts

Showing posts from 2022

Merawat Nyala Prestasi Mahasiswa

Muhamad Nasrudin Mengobarkan dan menjaga nyala semangat itu tidak mudah. Apalagi semangat belajar dan berprestasi bagi mahasiswa tingkat akhir. Hasil asesmen dalam s.id/CepetanSH yang dilakukan terhadap 304 mahasiswa HESy di semua angkatan menunjukkan hal tersebut. Mahasiswa tingkat akhir selalu memiliki problem serius dalam menjaga semangat berprestasi dan menuntaskan studi. Ada yang sudah mengulang mata kuliah berkali kali, tetapi ketika mengulang, ia jarang masuk ke kelas. Ada yang lama tidak menghadap dosen pembimbing. Ada yang mager. Ada yang galau. Ada yang sulit membagi waktu. Ada yang mulai putus asa. Ada yang tidak punya teman. Ada yang sibuk dengan kegiatan di luar kampus. Macam-macam. Semakin tinggi usia semester mahasiswa, makin berat juga beban mahasiswa. Itulah yang dialami mahasiswa kita. Mengacu pada hasil asesmen ini, Prodi HESy dan HIMAHES menyelenggarakan pelatihan Achievement Motivation Training (AMT) yang dibalut dalam workshop kewirausahaan. Pelatihan

Perkenalkan, #SalamTurots

Bocah cilik berbaju sederhana itu duduk di pojok belakang, di belakang santri-santri senior yang khusuk mengaji.  Ketika santri-santri senior sibuk mencatat petuah Guru, bocah cilik itu malah asyik bermain.  Telunjuk dan jempol tangan kanan menari di atas telapak tangan kiri, seolah-olah sedang menulis meskipun tanpa pena, tanpa tinta.  Sementara itu, sang Guru sedang mendedahkan kitab Muwatha, salah satu magnum opus -nya kepada seluruh santri.  Diam-diam, Sang Guru memperhatikan bocah cilik itu. Batinnya, anak itu sedang bermain di sini.   Hari keesokannya, Imam Malik, sang Guru kembali mendapati bocah cilik yang sama, duduk di tempat yang sama, kembali bermain jari.  Penasaran, sang Guru memanggil si bocah cilik tadi.  "Siapa namamu, Nak?", tanya sang Guru. "Muhammad bin Idris bin Syafi', Syaikh." "Kamu sedang bermain apa?"  'Saya mencatat pelajaran di telapak tangan kiri saya." "Mana penanya?" "Ini", bocah itu menunjukka

Mendampingi 4th Sharia Faculty National Moot Court Competition 2022

Mendebarkan. Ini yang dirasakan saat turut serta mengawal Lomba Sidang Semu antar mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum PTKIN se-Indonesia. Lomba ini memperebutkan piala bergilir dari Ketua Mahkamah Agung RI. Tiga event berturut-turut mendampingi Moot Court Community (MCC) IAIN Metro untuk berlaga di SFNMCC di IAIN Jember (2018) yang sempat membawa tropi juara 3; lanjut ke UIN Sunan Kalijaga (2019) yang berhenti di semifinal; dan IAIN Ponorogo (2021) sebagai juara harapan 2. Tahun ini, MCC IAIN Metro menjadi tuan rumah 4th SFNMCC 2022. Tidak mudah memang, mendampingi adik2 mahasiswa untuk berperan sebagai tuan rumah yang baik. Tapi pengalaman adik2 selama 4 tahun terakhir turut membantu memastikan lomba ini berjalan lancar. Dukungan dari berbagai lembaga juga luar biasa. PN Metro menyediakan lima ruangan untuk venue sidang sejak penyisihan hingga final. Beberapa kepala daerah juga berkontribusi memberikan tropi dan uang pembinaan. Pada event 4th SFNMCC ini, 16 PTKIN se-Indonesia menerju

Saat Khalifah Harun Al-Rasyid Diprotes Seorang Badui

Siang itu seorang Badui datang menemui Khalifah Harun Al-Rasyid.  Dengan kepongahan, si Badui itu mencecar Harun. "Dasar pemimpin zalim. Saya akan sampaikan kritik yang paling pedas yang pernah engkau dengar." Mata si Badui tadi melotot. Rupanya ia terpengaruh ajaran khawarij, yang dulu pernah mendemo Khalifah Ali bin Abi Thalib kw. "Tidak perlu kata-kata seperti itu, Saudaraku", kata Khalifah Harun dengan pelan. "Memangnya kenapa?!!", suara Badui itu makin tinggi. "Apa kau tak mengerti al-Quran?...", tanya Khalifah Harun. "Saya paham al-Quran!! Tidak seperti kamu!!"  "Kalau begitu, engkau pasti pernah pernah mendengar ayat ini: اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (43) فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى (44) Pergilah kamu berdua (Musa dan Harun) kepada Fir’aun, Sesungguhnya dia telah melampaui batas;   Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ing

Prasmanan Kajian Islam

Alhamdulillah... Tahun ini berkesempatan ambil bagian sebagai chair dalam forum 21st AICIS - Annual International Conference on Islamic Studies 2022 di Ungasan, Bali, 1-4 November 2022. Ini adalah kesempatan yang luar biasa. Karena AICIS adalah forum bergengsi yang paling awal diselenggarakan dalam diseminasi riset Islamic studies. AICIS sudah dihelat sejak 22 tahun lalu. Assabiqunal awwalun. AICIS adalah forum prasmanan. Di sini ratusan paper dipresentasikan. Inspirasi riset-riset baru dibuka, wilayah-wilayah baru ditawarkan, peluang kolaborasi baru dalam tridharma perguruan tinggi dijalin. Berkah bersilatulfikri dan bersilaturahmi dengan para guru, senior, kolega, peneliti, praktisi, dan akademisi dari berbagai kampus. Juga menyambung jejaring baru. Sampai bertemu di AICIS 2023 di UIN Surabaya.

Etape itu Bernama Wisuda

Muhamad Nasrudin Kuliah memang ada batasan waktunya, tapi ingat, belajar tak ada batasan waktunya. Sepanjang hayat. Oleh sebab itu, wisuda hanyalah akhir dari proses belajar di bangku kuliah, bukan akhir dari pembelajaran dalam kehidupan.  Maka beruntunglah ia yang senantiasa belajar dalam setiap denyut nadinya. Menjadi mahasiswa hanyalah salah satu etape perjalanan kehidupan manusia.  Sebagai akhir masa kuliah, wisuda juga adalah momen untuk lebih dekat dalam menggapai mimpi. Karenanya, selamat untuk teman-teman mahasiswa IAIN Metro yang sudah menyelesaikan studinya.  Jangan pernah lelah untuk terus belajar dan mengabdi untuk kemanusiaan. Atas setiap momen kehidupan yang kau lalui, jadikan ia bagian dari wujud khidmah terhadap ilmu pengetahuan yang sudah Anda peroleh.  Insya Allah ilmu yang Anda peroleh menjadi barokah manfaat.  Karena ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang diamalkan. Dan ilmu yang berkah adalah ilmu yang mengabdi kepada kemanusiaan. Metro, 29 Agustus 2022

Memberanikan Diri Bermimpi Sedari Dini

Muhamad Nasrudin Bermimpi itu berat. Tidak semua orang berani dan mampu melakukannya. Bermimpi itu beresiko, karena mengharuskan kita untuk bangun dari nyamannya rebahan, melangkah keluar dari rumah. Bermimpi itu menghadapkan kita dengan konsekuensi yang tidak mudah dan tentu saja tidak nyaman. Konsekuensi berupa ketidaknyamanan dan ketidakpastian jalan inilah yang membuat kita ragu dan enggan untuk bermimpi. Padahal, kalau mau jujur nih, tanpa mimpi dan cita-cita, kehidupan kita ya akan begitu-begitu saja, flat.  Datar banget. Gak ada seru-serunya... Sebab itu, bermimpi itu keniscayaan, dan tentunya perlu keberanian.  Menyadari hal itu, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah dalam event Madrasah Muamalah Isti'dad kemarin menghadirkan Kak Taufik Hidayat, SH, alumni HESy yang kini berprofesi sebagai advokat di LBH Aditara. Bersama Kak Taufik, mahasiswa baru diajak untuk mulai memberanikan diri menuliskan mimpi, merancang masa depan, dan membuat roadmap menuju mimpi tersebut. Mula

Madrasah Muamalah Isti'dad

Muhamad Nasrudin Kali ini saya mau cerita. Berdasarkan hasil asesmen terhadap profil calon mahasiswa, ternyata banyak yang tidak berlatar belakang madrasah atau pesantren.  Otomatis, bekal mereka dalam bidang keilmuan fikih sangat minim. Padahal, dasar bidang keilmuan Syariah itu ya fikih; dasar keilmuan prodi HESy itu ya fikih muamalah. Oleh sebab itu, Jurusan HESy dan Puskamuah akan menggelar Madrasah Muamalah.  Forum ini sengaja diberi nama madrasah yang merujuk dari kata daras, atau kajian intensif dan mendalam.  Madrasah Muamalah adalah tempat untuk mendaras dan mengaji fikih muamalah secara intensif. Di sini mahasiswa yang masih unyu2 diajak menelusuri peta induk bidang muamalah dalam tradisi fikih klasik. Tujuannya agar mereka memiliki wawasan dan panduan dasar agar bisa segera ngecun dan ngeh ketika saatnya masuk di lorong-lorong kelas perkuliahan yang panjang dan kadang tak saling bertemu.  Di Madrasah Muamalah, denah keilmuan didedah dan dijlentrehkan sedetil-deti

Mars dan Hymne IAIN Metro

Mars IAIN Metro Jayalah IAIN Metro Tegap menuju masa depan Tak gentar bersaing tunjukkan kearifan Di bumi persada Kembangkan ajaran Islam Tekuni ilmu dan teknologi Peduli harmoni menjadi jati diri Cita-cita mandiri Marilah seluruh civitas akademika Membaca dan berkarya Menjadi generasi intelektual bangsa Berakhlak mulia Majulah IAIN Metro Majulah civitas akademika Membangun generasi bertakwa pada Ilahi Berkhidmat untuk negeri 2x Jayalah jayalah IAIN Metro ***** HYMNE IAIN Metro Di gerbang Sumatera Lampung tercinta IAIN Metro berada Tempat kami berjuang Tempat kami mengabdi Berbakti pada Ilahi Melangkah dengan Iman dan Taqwa Mengabdi pada bangsa dan negara Di bumi pertiwi kami berpijak Bernaung atas RidhoNYA Syukur dan harapan slalu kami panjatkan Untuk kejayaan Islam rahmat alam semesta Ilmu dan iman menjadi landasan Membangun generasi Indonesia Jaya

Menyelesaikan Sengketa, Mewujudkan Perdamaian

Siapa pun pada prinsipnya ingin agar hidupnya lurus-lurus saja. Tetapi kehidupan tak selamanya begitu. Selalu ada halangan dan rintangan yang terkadang menimbulkan sengketa dan konflik. Oleh karena itu, penyelesaian sengketa menjadi hal yang sangat penting menuju tata kehidupan yang tertib dan sentosa. O Maka, keterampilan menyelesaikan konflik hendaknya menjadi keniscayaan. Semester ini saya diamanahi untuk mengampu MK Alternatif Penyelesaian Sengketa (Non Litigasi) di Prodi HESy, Politik Hukum di Prodi AS, dan Manajemen Konflik di Prodi HTN. Semuanya bermuara pada upaya mewujudkan perdamaian. Dalam rangka memperkaya wawasan mahasiswa, saya mengundang dosen muda prolifik dari UIN SATU Tulungagung, Ahmad Gelora Mahardika, MH. Ia salah satu dosen dengan karya yang bejibun. Gelora akan bicara banyak tentang bagaimana sistem dalam sebuah organisasi menyelesaikan konflik yang terjadi di dalamnya secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga, dalam konteks ini adalah partai polit

Merancang Masa Depan

Oleh Muhamad Nasrudin Masa depan selalu penuh misteri tetapi selalu mempesona.  Itulah mengapa Prodi HESy menyiapkan beberapa program spesial untuk alumni dan calon alumninya. Prodi HESy menyelenggarakan dua program penting, program pendampingan studi lanjut dan program pengembangan karier.  Program pendampingan studi lanjut memberikan fasilitas bagi alumni dan calon alumni untuk lebih mengenal dunia akademik S2 dan bagaimana mempersiapkan diri. Program ini dimulai dari perancangan prospek S2, pemetaan kampus dan prodi untuk studi S2, rekomendasi studi lanjut, penulisan proposal tesis, hingga beasiswa. Program pengembangan karier memberikan fasilitas dan dukungan pengembangan karier dengan penguatan jaringan antar alumni, jaringan dengan dunia kerja, aplikasi di dunia kerja, hingga pengembangan karier saat kerja. Semua ini kami lakukan karena kami yakin, aset Prodi HESy terbesar dan yang paling potensial adalah mahasiswa dan alumninya. Bersama menuju #HESyBerpre

Surat untuk Teman-temanku, Pejuang Mimpi

Assalamualaikum ... Teman2 semua, mungkin pesan WA ini mengganggu istirahat kalian. Tapi tak apa. Pesan ini menjumpai kalian karena ada hal penting yang perlu direnungkan bersama. Perjuangan kalian selama nyaris 7 tahun sedang dipertaruhkan dalam hari-hari ini. Seperti yang kita sampaikan beberapa waktu lalu, Rektorat memberikan tenggat maksimal bulan Mei, kalian harus sudah munaqasah. Tidak ada toleransi lagi. Oleh karena itu, ketika kalian terbangun membaca pesan ini, salatlah tahajud, minta kepada Allah agar diberi kekuatan menuntaskan apa yang sudah kalian mulai nyaris 7 tahun lalu.  Pagi nanti, mumpung masih Syawal, mintalah maaf kepada orang-orang yang telah banting tulang siang-malam mendukung pendidikan kalian. Mintalah keihlasan mereka.  Mintalah doa mereka. Besok pagi, buka kembali berkas-berkas skripsi kalian. Catat apa yang perlu segera dituntaskan. Segera eksekusi satu per satu.  Temui pembimbing kalian. Mumpung Syawal, sampaikan permintaan maaf karena telah merepotkan mer

Menghidupkan Semangat Berprestasi bagi Mahasiswa

Nah, angka kredit inilah yang dikumpulkan mahasiswa dan di akhir masa studi nilai diakumulasi dan menjadi syarat. Untuk mengikuti seminar proposal, ujian komprehensif, dan munaqasah, mahasiswa diwajibkan memenuhi angka kredit tertentu.  Misalnya, saat hendak seminar proposal minimal 50 kredit, ujian komprehensif minimal 75 kredit, dan ujian munaqasah minimal 100 angka kredit. Sistem reward bisa kita terapkan di sini. Nantinya, saat yudisium atau wisuda, kampus bisa menobatkan lulusan berprestasi dengan menghitung jumlah angka kredit yang ia kumpulkan.  Wisudawan dengan angka kredit tertinggi berhak menyandang gelar wisudawan berprestasi. Kampus bisa memberikan apresiasi yang pantas kepada mereka.  Tentu saja, predikat mahasiswa berprestasi ini memberikan kebanggaan bagi wisudawan dan keluarganya.  Yang lebih penting, memberikan semangat bagi mahasiswa, bahwa ada banyak cara untuk mendapatkan penghargaan saat wisuda, selain IPK tinggi dan lulus cepat. Ini memberi semangat bagi mahasiswa