Skip to main content

Menyelesaikan Sengketa, Mewujudkan Perdamaian



Siapa pun pada prinsipnya ingin agar hidupnya lurus-lurus saja. Tetapi kehidupan tak selamanya begitu. Selalu ada halangan dan rintangan yang terkadang menimbulkan sengketa dan konflik.

Oleh karena itu, penyelesaian sengketa menjadi hal yang sangat penting menuju tata kehidupan yang tertib dan sentosa. O
Maka, keterampilan menyelesaikan konflik hendaknya menjadi keniscayaan.

Semester ini saya diamanahi untuk mengampu MK Alternatif Penyelesaian Sengketa (Non Litigasi) di Prodi HESy, Politik Hukum di Prodi AS, dan Manajemen Konflik di Prodi HTN. Semuanya bermuara pada upaya mewujudkan perdamaian.

Dalam rangka memperkaya wawasan mahasiswa, saya mengundang dosen muda prolifik dari UIN SATU Tulungagung, Ahmad Gelora Mahardika, MH. Ia salah satu dosen dengan karya yang bejibun.

Gelora akan bicara banyak tentang bagaimana sistem dalam sebuah organisasi menyelesaikan konflik yang terjadi di dalamnya secara mandiri tanpa melibatkan pihak ketiga, dalam konteks ini adalah partai politik.

Sistem penyelesaian sengketa internal ini nantinya bisa dikembangkan dalam berbagai organisasi lain, misalnya dalam satu entitas bisnis, apakah itu koperasi, CV, atau perseroan. Mengingat penyelesaian sengketa dalam ranah bisnis masih fokus pada sengketa dengan melibatkan pihak luar.

Secara umum, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi MoU antara Fakultas Syariah IAIN Metro dan Fakultas Syariah UIN SATU Tulungagung yang sudah diteken dalam upaya menghidupkan iklim akademik yang ramah terhadap pengembangan kualitas akademik.

Selamat bergabung.

https://zoom.us/j/97859031777?pwd=eDRpb25iTXI3cW9lSjVHS0VMNDlxdz09

Muhamad Nasrudin MH
Ketua Jurusan HESy IAIN Metro

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Mukallaf dan Baligh dalam Fikih Islam

Terdapat dua istilah yang seringkali disebut tatkala membincang subjek hukum dalam fikih, yakni mukalaf dan baligh. Kedua istilah ini seringkali dianggap memiliki satu makna yang sama dan bisa saling substitusi. Terkadang seseorang menyebut mukalaf padahal yang dimaksud adalah balig. Ada pula orang lain yang menyebut kata baligh, padahal yang ia maksud adalah mukallaf. Hal yang cukup menggembirakan adalah, pengetahuan masyarakat tentang baligh sudah cukup baik. Warga di kampung kami, misalnya, umumnya memahami baligh sebagai orang yang sudah dewasa. Pengertian ini tidak salah dan sudah mendekati kebenaran. Dalam pandangan fikih, secara tegas baligh adalah kondisi di mana seseorang sudah mencapai usia dewasa secara biologis. Titik tekan dalam fikih ini adalah kedewasaan secara biologis yang lazimnya ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi secara sempurna. Kesempurnaan ini bisa dilihat dari beberapa tanda fisik dan psikis. Bagi perempuan, ovarium sudah bisa memproduksi sel tel

Mengapa Pipis Bayi Perempuan Harus Disiram dan Laki Cukup Diperciki?

Fikih Islam mengenal tiga klasifikasi najis berdasar tingkatan berat-ringannya. Yang paling berat adalah najis mughaladzah. Najis ini adalah seluruh bagian tubuh anjing dan babi beserta segala turunannya. Saking beratnya, cara mensucikan najis ini adalah dengan membasuhnya sampai hilang wujud, baru ditambah tujuh basuhan yang salah satunya dicampur dengan debu. Level yang paling ringan adalah najis mukhafafah . Najis ini hanya ada satu, yakni air seni bayi laki-laki yang belum berusia dua tahun dan hanya mengonsumsi ASI, tak pernah mengonsumsi makanan lain sebagai asupan gizi. Najis ini cukup diperciki dan seketika langsung menjadi suci. Di level tengah ada najis mutawasithah . Ini mencakup semua najis yang tidak masuk dalam klasifikasi ringan atau berat. Cara mensucikannya adalah dengan membasuh najis dengan air mengalir sampai bersih. Bagaimana dengan hukum air seni bayi perempuan? Dari penjelasan ringan di atas, hukum pipis bayi perempuan masuk ke dalam klasifikasi

Doa Memulai Pengajian Al-Quran, Ilahana Yassir Lana

Berikut ini adalah doa yang biasa dibaca sebelum memulai mengaji al-Quran.  Ilaahana yassir lanaa umuuronaaa 2 x Min diininaaa wa dun-yaanaaa 2 x Yaa fattaahu yaa aliim 2 x Iftah quluubanaa 'alaa tilaawatil qur'aan 2 x Waftah quluubanaa alaa ta'allumil 'uluum 2x