Skip to main content

Tugas Esai Kelas Fikih (10 Maret 2016)






Kelas A (Submit 18 Maret 2016) 
1. Makna dan waktu salat lima waktu. 
2. Jika imam dan makmum berbeda niat, bagaimana? 
3. Ketentuan niat dalam salat. 
4. Makna dan batasan suci pakaian dalam salat. Bagaimana jika terkena percikan air yang tak jelas suci atau tidaknya? 
5. Klasifikasi salat sunnah. Apa saja dan bagaimana batasannya? 
6. Ketentuan melahirkan (wiladah) yang mewajibkan mandi. 
7. Makna dan ketentuan rukuk sebagai rukun salat. 
8. Makna dan ketentuan tasyahud sebagai rukun salat. 
9. Perbedaan antara salam pertama dan kedua dalam salat. 
10. Ketentuan niat keluar dari salat sebagai rukun salat. 
Alternatif: 
Hukum dan ketentuan mengenakan peci dalam salat. 

Kelas B (Submit 18 Maret 16) 
1. Kondisi gila, epilepsi, tidur, dan lupa dalam meninggalkan salat. 
2. Makna dan batasan menutup aurat dalam salat. 
3. Makna dan fungsi tumakninah dalam salat. 
4. Mengenakan mukena sambungan dalam salat, sah atau tidak? 
5. Mengetahui waktu (sebelum) salat, apa kewajiban dan batasannya? 
6. Ketentuan bersuci bagi orang yang senantiasa berhadats (misalnya beser). 
7. Ketentuan dan mekanisme salat gerhana. 
8. Perbedaan rukun berdiri dalam salat wajib dan sunnah. 
9. Makna dan ketentuan takbiratul ihram dalam salat. 
10. Makna dan ketentuan sujud sebagai rukun salat. 
Alternatif: 
Hukum dan ketentuan mengenakan mukena dalam salat. 

Kelas C (Submit 18 Maret 2016) 
1. Perbedaan syarat dan rukun dalam salat. 
2. Pakaian untuk salat yang ternyata berlubang akibat bara rokok. 
3. Makna dan batasan tempat yang suci untuk salat. 
4. Makna dan batasan menghadap kiblat dalam salat. 
5. Makna dan batasan syarat wajib dalam salat. 
6. Ketentuan bersuci dan beribadah bagi perempuan istihadhah. 
7. Bolehkah seorang yang haid membaca al-Quran? 
8. Perbedaan syarat sah dan syarat wajib dalam salat. 
9. Perbedaan ulama tentang posisi basmalah dalam QS Al Fatihah sebagai rukun salat. 
10. Posisi dan ketentuan duduk istirahat dalam salat. 
Alternatif: 
Makna dan hukum memakai sajadah dalam salat. 


Ketentuan Umum 
- Submit tanggal 18 Maret 2016 dalam wujud print-out. 
- Jika ada mahasiswa yang kesulitan menulis tema yang ditentukan, ia diperkenankan mengambil tema alternatif. 
- Tema alternatif ini tidak boleh ditulis oleh lebih dari 3 mahasiswa di masing-masing kelas (dikoordinir ketua kelas). 
- Jika ada yang kurang jelas, silakan hubungi dosen pengampu via SMS, WA, atau email dengan menyebut nama, kelas, dan NIM.
- Diposting di situs ngrukem.com

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Mukallaf dan Baligh dalam Fikih Islam

Terdapat dua istilah yang seringkali disebut tatkala membincang subjek hukum dalam fikih, yakni mukalaf dan baligh. Kedua istilah ini seringkali dianggap memiliki satu makna yang sama dan bisa saling substitusi. Terkadang seseorang menyebut mukalaf padahal yang dimaksud adalah balig. Ada pula orang lain yang menyebut kata baligh, padahal yang ia maksud adalah mukallaf. Hal yang cukup menggembirakan adalah, pengetahuan masyarakat tentang baligh sudah cukup baik. Warga di kampung kami, misalnya, umumnya memahami baligh sebagai orang yang sudah dewasa. Pengertian ini tidak salah dan sudah mendekati kebenaran. Dalam pandangan fikih, secara tegas baligh adalah kondisi di mana seseorang sudah mencapai usia dewasa secara biologis. Titik tekan dalam fikih ini adalah kedewasaan secara biologis yang lazimnya ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi secara sempurna. Kesempurnaan ini bisa dilihat dari beberapa tanda fisik dan psikis. Bagi perempuan, ovarium sudah bisa memproduksi sel tel...

Mbah Syam dan Santrinya

Suatu hari di tahun 1970-an, seorang santri sedang bersih-bersih halaman pondok. Tiba-tiba Mbah Syam membuka jendela dan memanggilnya.  "Kang Yasir..." "Njih dalem..." Ia segera menuju jendela itu. Mbah Syam mengulurkan tangannya. "Iki ono titipan soko ibumu." Kang Yasir kaget. Kapan Ibu datang ke pondok? Mengapa ia tidak tahu? "Nganu... Aku wingi bar ko omahmu.", kata Mbah Syam. Kang Yasir tambah kaget. "Wingi aku bar ngeterke Baedlowi ke Surabaya. Mulihe mampir Ngawi, neng omahmu.", tambah Mbah Syam. "Oh... Pripun kabare Ibu?" "Alhamdulillah sehat kabeh. Kangmu yo sehat." "Alhamdulillah... Matur nuwun." "Yo... Podo-podo." *** Sehari sebelumnya di Ngawi. Mbah Syam menelusuri desa, mencari rumah Kang Yasir. Ia mengucapkan salam, tak ada jawaban. Ia menunggu sejenak.  Kemudian seorang Ibu agak sepuh keluar rumah dan menyapanya. "Sinten nggih?..." "Aku koncone Yasir. Omahku cedak nggo...

Scopus Submission and Review Process in FUAH UIN KHAS Jember

  Awal November lalu saya diundang Fakultas Ushuludin, Adab, dan Humaniora UIN KHAS Jember.  Ini adalah kali kedua saya silaturahmi ke UIN Jember. Di tahun 2018 lalu, saya pernah nyaris 10 hari menginap di IAIN Jember. Waktu itu mendampingi adik-adik ikut lomba sidang semu di Fakultas Syariah. Kali ini bukan untuk sidang semu, tapi untuk sharing tentang bagaimana submit artikel di jurnal terindeks Scopus. Tema yang sedang in dalam beberapa tahun terakhir. Scopus memang menjadi magnet tersendiri. Saya diundang oleh Koordinator pengelola jurnal di Fakultas Ushuludin, Mas Fathoni. Ia kawan baik sejak zaman mahasiswa, saat sama-sama aktif di pers mahasiswa. Saya di LPM Justisia IAIN Walisongo. Fathoni di LPM Poros UAD Yogyakarta. Dan kita aktif di PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). * * *  Oke, kembali ke soal FGD. Di forum ini ada dua hal penting yang saya bahas.  Pertama, bagaimana cara memilih jurnal bereputasi yang pas untuk artikel kita.  Kedua, bagaim...

Gaul Iya, Paham Islam Juga

"Ma...ma...af, sa...ya...nggak tahu, Pak" Jawaban grogi seperti itulah barangkali yang kamu berikan kala ditanya gurumu: Apakah zakat itu? Gimana menyalurkannya? Mengapa kita musti beribadah? Apa sajakah ibadah itu? Dan seterusnya. Dan sebagainya. Ataukah dengan pedenya kamu tetep ngejawab atas ketidaktahuanmu? Janganlah yaw! Malu-maluin... Pertanyaannya kemudian, kenapa kita tidak tahu, padahal kita mengaku muslim sejati? Hayo... Kenapa? Mungkin, di antara kamu ada yang ngejawab, "Nggak ada waktu untuk belajar agama." Atau, "Mata pelajaran agama di sekolah ngebosenin, monoton, dan gurunya killer abis". Boleh jadi yang disampaikan di sekolah atau pengajian saat bicara agama pasti mengarah ke surga atau neraka. Iya, kalau kita punya tabungan banyak ibadah karena ngerti caranya, kita bisa pegang tiket ke surga. Lha kalau kita banyak dosa? Atau, kita tidak shalat misalnya dengan alasan aneh: karena tidak bisa. Apa tidak repot? Belum lagi jika belajar a...

Mengapa Pipis Bayi Perempuan Harus Disiram dan Laki Cukup Diperciki?

Fikih Islam mengenal tiga klasifikasi najis berdasar tingkatan berat-ringannya. Yang paling berat adalah najis mughaladzah. Najis ini adalah seluruh bagian tubuh anjing dan babi beserta segala turunannya. Saking beratnya, cara mensucikan najis ini adalah dengan membasuhnya sampai hilang wujud, baru ditambah tujuh basuhan yang salah satunya dicampur dengan debu. Level yang paling ringan adalah najis mukhafafah . Najis ini hanya ada satu, yakni air seni bayi laki-laki yang belum berusia dua tahun dan hanya mengonsumsi ASI, tak pernah mengonsumsi makanan lain sebagai asupan gizi. Najis ini cukup diperciki dan seketika langsung menjadi suci. Di level tengah ada najis mutawasithah . Ini mencakup semua najis yang tidak masuk dalam klasifikasi ringan atau berat. Cara mensucikannya adalah dengan membasuh najis dengan air mengalir sampai bersih. Bagaimana dengan hukum air seni bayi perempuan? Dari penjelasan ringan di atas, hukum pipis bayi perempuan masuk ke dalam klasifikasi...

Doa Memulai Pengajian Al-Quran, Ilahana Yassir Lana

Berikut ini adalah doa yang biasa dibaca sebelum memulai mengaji al-Quran.  Ilaahana yassir lanaa umuuronaaa 2 x Min diininaaa wa dun-yaanaaa 2 x Yaa fattaahu yaa aliim 2 x Iftah quluubanaa 'alaa tilaawatil qur'aan 2 x Waftah quluubanaa alaa ta'allumil 'uluum 2x