Skip to main content

Tugas Esai Kelas Fikih (14 April 2016)




Kelas A
Melanjutkan sebelumnya.


Kelas B
1. Zakat binatang ternak selain ternak berkaki empat.
2. Mengapa zakat fitrah harus dalam wujud makanan pokok?
3. Cara menghitung zakat perniagaan.
4. Dalam konteks indonesia, seluruh harta temuan (rikaz) harus disita oleh negara.  Lalu, zakatnya dibebankan kepada negara ataukah penemu?
5. Nisab dan hitungan zakat emas yang tidak murni 24 karat.
6. Hukum membayarkan zakat fitrah dalam wujud uang.
7. Orang-orang yang wajib dibayarkan zakat fitrahnya oleh kepala keluarga.
8. Keluarga Nabi tidak boleh menerima zakat. Siapa dan mengapa?
9. Bolehkah seorang miskin berzakat fitrah dengan beras zakat orang lain yang diberikan kepadanya?
10. Hukum membayarkan zakat kepada keluarga terdekat.


Kelas C
1. Dalam zakat ternak, semakin banyak ternak maka zakat rata-rata yang harus dikeluarkan semakin sedikit. Mengapa demikian?
2. Apakah lahan tidur bisa dikenai zakat?
3. Kriteria orang yang terkena wajib bayar zakat fitrah.
4. Zakat perkebunan (karet, teh, kopi, sawit, kakao, dll) selain bahan makanan pokok dan cara menghitungnya.
5. Zakat profesi dan cara menghitungnya.
6. Perbedaan dan persamaan antara zakat dan pajak.
7. Hukum zakat perserikatan (perusahaan) yang dimiliki oleh banyak orang.
8. Ketentuan haul dalam zakat perniagaan.
9. Batasan waktu mubah, wajib, dan sunnah dalam pembayaran zakat fitrah.
10. Kriteria pertanian yang wajib dizakati dan cara menghitungnya.

Tema Alternatif
Selain tema-tema di atas, teman-teman dari kelas B maupun kelas C boleh memilih tema di bawah ini, tetap urut NIM yaa...
1. Dalam zakat pertanian, mengapa Syafiiah menentukan objek zakat hanya tanaman makanan pokok?
2. Kriteria emas yang wajib dizakati dan cara menghitungnya.
3. Mengapa emas yang dipakai perhiasan tidak wajib dizakati?
4. Batasan waktu mubah, wajib, dan sunnah dalam pembayaran zakat fitrah.
5. Kriteria pertanian yang wajib dizakati dan cara menghitungnya.
6. Kriteria emas yang wajib dizakati dan cara menghitungnya.
7. Mengapa emas yang dipakai perhiasan tidak wajib dizakati?
8. Zakat pertambakan.
9. Wajibkah zakat benda-benda antik bernilai tinggi (lukisan, permata, batu mulia, mutiara)?
10. Apakah pembayaran zakat pertanian juga mengenal haul (akumulasi hasil tani selama setahun)?


Jika ada yang kurang jelas, silakan hubungi dosen pengampu via email, WA, SMS, telepon.

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Mukallaf dan Baligh dalam Fikih Islam

Terdapat dua istilah yang seringkali disebut tatkala membincang subjek hukum dalam fikih, yakni mukalaf dan baligh. Kedua istilah ini seringkali dianggap memiliki satu makna yang sama dan bisa saling substitusi. Terkadang seseorang menyebut mukalaf padahal yang dimaksud adalah balig. Ada pula orang lain yang menyebut kata baligh, padahal yang ia maksud adalah mukallaf. Hal yang cukup menggembirakan adalah, pengetahuan masyarakat tentang baligh sudah cukup baik. Warga di kampung kami, misalnya, umumnya memahami baligh sebagai orang yang sudah dewasa. Pengertian ini tidak salah dan sudah mendekati kebenaran. Dalam pandangan fikih, secara tegas baligh adalah kondisi di mana seseorang sudah mencapai usia dewasa secara biologis. Titik tekan dalam fikih ini adalah kedewasaan secara biologis yang lazimnya ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi secara sempurna. Kesempurnaan ini bisa dilihat dari beberapa tanda fisik dan psikis. Bagi perempuan, ovarium sudah bisa memproduksi sel tel

Doa Memulai Pengajian Al-Quran, Ilahana Yassir Lana

Berikut ini adalah doa yang biasa dibaca sebelum memulai mengaji al-Quran.  Ilaahana yassir lanaa umuuronaaa 2 x Min diininaaa wa dun-yaanaaa 2 x Yaa fattaahu yaa aliim 2 x Iftah quluubanaa 'alaa tilaawatil qur'aan 2 x Waftah quluubanaa alaa ta'allumil 'uluum 2x

Media Bersuci dalam Fikih (1)

Bersuci dalam fikih membutuhkan media yang digunakan sebagai alat untuk bersih-bersih. Media di sini adalah alat yang oleh syariat diberi status sebagai alat bersuci. Lagi-lagi kata kuncinya adalah status yang diberikan oleh syariat. Sehingga tidak mesti benda yang digunakan untuk bersuci adalah benda yang benar-benar bersih jika dilihat menggunakan kaca mata non-syariat. Ada lima media yang bisa digunakan untuk bersuci. Lima media tersebut adalah air, debu, batu, proses penyamakan, dan proses arak menjadi cuka. Masing-masing memiliki syarat tertentu yang harus dipenuhi. Kelimanya juga memiliki peruntukan yang khusus dalam bersuci. Air digunakan untuk berwudhu, mandi, dan istinja. Debu untuk tayamum sebagai ganti mandi atau wudhu. Batu untuk beristinja saja. Proses penyamakan untuk menyamak kulit bangkai. Proses menjadi cuka untuk arak. Air untuk Bersuci Air Mutlak. Air adalah media primer yang bisa digunakan untuk nyaris semua proses bersuci, baik bersuci dari hadats