Skip to main content
Lihat lebih jernih RUU APP

Saya melihat akan adanya gerakan yang ingin membawa semangat positifisasi hukum islam. Dan jika memang demikian adanya, maka yang jadi masalah adalah bahwa ketika menjadi UU nanti, UU Anti Pornografi dan Pornoaksi pasti akan mengikat semua orang.

Bukankah ini merupakan pemaksaan hukum islam atas yang lainnya?
dalam alQuran sendiri disebutkan "Laa ikraaha fid diin" tak ada paksaan dalam beragama.

Semestinya mereka melihat dan berkaca pada perilaku Nabi Muhammad.

Ketika nabi mengadakan kesepahaman dengan masyarakat Yatsrib (Madinah) dengan piagam Madinah, di dalam piagam itu dinyatakan bahwa mereka yang beragama Yahudi (ada sekitar 6 suku) dipersilahkan menjalankan ajarannya, demikian juga yang islam. Dan bagi kaum yahudi dijalankan hukum yahudi.

Seharusnya, janganlah UU tersebut dijadikan jalan bagi Hukum islam. Indonesia adalah negara majemuk, di dalamnya ada beberapa golongan dan suku yang masing-masing berbeda dalam menakar batas pornografi. Sekedar contoh, bagaimana dengan saudara-saudara kita di Papua yang hingga kini masih mengenakan koteka dan bagi yang wanita (maaf) dadannya terbuka. apaka mereka akan dipenjara. Sementara nilai yang mereka pahami tidak menilai bahwa apa yang dilakukan itu melanggar etika (norma) yang karenanya harus dikenakan sanksi.

Karenanya, bagi para wakil rakyat, mengutip ungkapan gus dur "jangan tergesa-gesa". Bukankah yang tergesa-gesa itu jalannya setan? demikian hadits Nabi.


Ane Emnas
Santri Pesantren Walisongo Semarang

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan Mukallaf dan Baligh dalam Fikih Islam

Terdapat dua istilah yang seringkali disebut tatkala membincang subjek hukum dalam fikih, yakni mukalaf dan baligh. Kedua istilah ini seringkali dianggap memiliki satu makna yang sama dan bisa saling substitusi. Terkadang seseorang menyebut mukalaf padahal yang dimaksud adalah balig. Ada pula orang lain yang menyebut kata baligh, padahal yang ia maksud adalah mukallaf.

Hal yang cukup menggembirakan adalah, pengetahuan masyarakat tentang baligh sudah cukup baik. Warga di kampung kami, misalnya, umumnya memahami baligh sebagai orang yang sudah dewasa. Pengertian ini tidak salah dan sudah mendekati kebenaran. Dalam pandangan fikih, secara tegas baligh adalah kondisi di mana seseorang sudah mencapai usia dewasa secara biologis.

Titik tekan dalam fikih ini adalah kedewasaan secara biologis yang lazimnya ditandai dengan berfungsinya organ reproduksi secara sempurna. Kesempurnaan ini bisa dilihat dari beberapa tanda fisik dan psikis. Bagi perempuan, ovarium sudah bisa memproduksi sel telur da…

Doa Memulai Pengajian Al-Quran, Ilahana Yassir Lana

Berikut ini adalah doa yang biasa dibaca sebelum memulai mengaji al-Quran. 

Ilaahana yassir lanaa umuuronaaa 2 x
Min diininaaa wa dun-yaanaaa 2 x
Yaa fattaahu yaa aliim 2 x
Iftah quluubanaa 'alaa tilaawatil qur'aan 2 x
Waftah quluubanaa alaa ta'allumil 'uluum 2x

Ringkasan Hasil-hasil Muktamar NU ke-33 di Jombang

بسم الله الرحمن الرحيم
A. KOMISI BAHTSUL MASA`IL DINIYAH WAQI’IYYAH
1. Hukum mengingkari janji bagi pemimpin pemerintahan.Pertanyaan:
1) Bagaimana status hukum janji yang disampaikan oleh pemimpin pada saat pencalonan untuk menjadi pejabat publik, baik eksekutif, legislatif, maupun yudikatif?
2) Bagaimana hukum mengingkari janji-janji tersebut?
3) Bagaimana hukum tidak menaati pemimpin yang tidak menepati janji?
Jawaban:
1) Status janji yang disampaikan oleh calon pemimpin pemerintahan/pejabat publik, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, dalam istilah Fiqh, ada yang masuk dalam kategori al-wa’du (memberikan harapan baik) dan ada yang masuk dalam kategori al-‘ahdu (memberi komitmen).
Adapun hukumnya diperinci sebagai berikut:
Apabila janji itu berkaitan dengan tugas jabatannya sebagai pemimpin rakyat, baik yang berkaitan dengan program maupun pengalokasian dana pemerintah, sedang ia menduga kuat bakal mampu merealisasikannya maka hukumnya mubah (boleh).
Sebaliknya, jika ia menduga kuat t…