Skip to main content

PEMBLOKIRAN SITUS RADIKAL



Pemerintah (1) vs Pro-Situs (5)
Pemerintah (1)
Pemerintah berhasil memblok situs yang ditengarai mendukung gerakan radikal Islam dan mendukung ISIS. Masyarakat yang selama ini gelisah cukup puas namun sekaligus was-was.
Pro situs (1)
Kalangan pro-situs radikal berhasil menggoreng wacana yang berkembang, dari "pemblokiran situs radikal" menuju "pemblokiran situs Islam." Hasilnya, meski lamat-lamat muncul wacana bahwa pemerintah anti-Islam. Dan tampaknya isu ini akan terus digoreng karena kemripik.
Pro-situs (2)
Meskipun tidak sepakat dengan konten status radikal, kalangan kelas tengah kritis tidak setuju dengan pemblokiran media tanpa adanya mekanisme yang transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Kelas tengah kritis ini khawatir kebijakan pemerintah semacam ini bisa saja menimpa situs-situs kesayangan mereka yang kritis-kritis itu. Pro-situs radikal mendapat teman di sini untuk menggugat kebijakan pemerintah.
Pro-situs (3)
Hanya dengan beberapa trik sederhana, situs-situs yang diblokir itu kembali bisa diakses dengan lancar. Trik-trik ini dibagikan di berbagai jejaring, grup WA, Line, atau BBM. Beberapa hari belakangan, sejumlah situs tersebut bisa diakses kembali, bahkan melalui ISP Indie Home (Speedy) milik BUMN yang bernama Telkom.
Pro-Situs (4)
Karena terus-menerus disebut, maka brand awareness situs-situs yang diblokir tersebut makin meroket. Ketika akses terhadap situs tersebut kembali terbuka, situs-situs ini makin populer dan nangkring di top 300-an situs di Indonesia. Alih-alih mematikan, pemblokiran (yang hanya sementara) justru menjadi wahana promosi bagi situs-situs tersebut. Saya yang tidak pernah mengakses situs tersebut jadi merasa perlu mencoba hanya karena ingin tahu apakah bisa diakses atau tidak. Dan ternyata beberapa bisa diakses. hehe
Pro-Situs (5)
Dalam medan pertempuran, situs-situs tersebut adalah senjata. AK 47 boleh kehabisan peluru, tapi masih ada bayonet. Bayonet bisa patah, tetapi masih ada belati. Belati bisa terpental, tetapi masih ada batu. Begitu seterusnya. Memblokir situs memang bisa menghalangi akses terhadap konten tertentu, tetapi tidak menyentuh jantung persoalan, dan bahkan justru menimbulkan persoalan baru yang panjang.

Catatan penting
Cara bermain pemerintah kurang canggih dan tidak cantik. Komunikasinya belepotan di sana-sini. Padahal kebijakan ini dieksekusi oleh kementerian komunikasi. Pemerintah harus belajar banyak dengan kasus ini.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Menulis Artikel Opini yang Baik

Menulis artikel yang baik itu penting. Lalu bagaimana cara menuliskannya? Opini itu hampir sama seperti artikel di jurnal, tetapi gaya bahasanya bisa lebih santai dan tidak terlalu formal. Tema dan judul artikel tidak harus dan tidak selalu identik sama persis. Tema itu adalah topik besar, sedangkan judul artikel memuat gagasan utama artikel tersebut. Keduanya bisa sama, bisa saja judul memuat salah satu kasus dalam payung besar tema tersebut. Setelah menentukan tema, baru masuk ke artikelnya. Artikel opini yang baik dimulai dari pengantar, problem, kemudian pembahasan atau tawaran solusi atau gagasan, dan terakhir penutup atau kesimpulan. Semuanya ditulis secara runtut. Pengantar bisa dimulai dengan menulis data atau fakta yang mengejutkan pembaca sehingga pembaca tertarik. Problem ditulis berdasarkan data dan fakta di lapangan ataupun fakta literatur yang meyakinkan bahwa problem ini penting didiskusikan dan dicarikan solusinya. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan teori atau pend...

Kuliah Agama 10 Mengelola Konflik Keluarga

via IFTTT

Merancang Riset dan Pengembangan Hukum Ekonomi Syariah

  Kali ini saya berkolaborasi dengan Mas Suaidi dari UIN Madura, ini sudah ke berapa kali. Kalau yang sudah publish ketiga kali. Konsep artikel ini kita diskusikan berdua. Mulanya, Suaidi mengkonsep tentang fondasi filosofis untuk riset-riset dalam bidang hukum ekonomi syariah.  Nah, setelah dibaca-baca dan kita diskusikan, ternyata kosep ini bisa dikembangkan lebih lanjut. Bagaimana pengembangannya? Dalam bidang hukum ekonomi syariah, selain riset, yang tak kalah penting adalah pengembangan atau development.  Jadi, artikel ini saya kembangkan menjadi metodologi riset dan pengembangan (RnD).  Karena hari ini, riset saja tidak cukup. Ia harus memberikan dampak. Ya mau tak mau, akhirnya development ini saya masukkan.  Jadi seperti apa risetnya? Langsung saja baca naskahnya dan didiskusikan. https://e-journal.metrouniv.ac.id/muamalah/article/view/10201 

hidup itu cuman sekali

oleh karena itu janganlah kamu bermain dengan nyawamu yang hanya sekali manfaatkan waktumu dengan banyak berbuat kebajikan. semoga tuhan memberkati hidupmu. dan jangan lupa jadilah manusia yang berbakti kepada orang tua meskipun aku sendrii kadang menyakitkan mereka tapi tak apalah yang penting bagi kita adalah jalani hidup dengan penuh kebahagiaan pernah ingat dengan perihidup seorang penjaga pintu tol. mereka duduk di kursi itu selama seharian penuh. memandangi ribuan kendaraan yang berlalu lalang di depannya. memang sangat menjenuhkan. tetapi, ia menjalaninya dengan penuh tanggung jawab. ketika ia melihat ada seorang ibu yang mengedarai mobil ia akan mendoakan semoga sang ibu segera kembali ke rumah dan berkumpul dengan anak-anaknya yang memang membutuhkan kasih sayang dan perhatian darinya. ketika ia melihat sang bapak ia berdoa semoga sang bapak bias segera kembali ke rumah dari kerja beratnya. tentunya keluarga di rumah sangat merindukan kaih sayang dan dukungan finansial dari or...

Gaul Iya, Paham Islam Juga

"Ma...ma...af, sa...ya...nggak tahu, Pak" Jawaban grogi seperti itulah barangkali yang kamu berikan kala ditanya gurumu: Apakah zakat itu? Gimana menyalurkannya? Mengapa kita musti beribadah? Apa sajakah ibadah itu? Dan seterusnya. Dan sebagainya. Ataukah dengan pedenya kamu tetep ngejawab atas ketidaktahuanmu? Janganlah yaw! Malu-maluin... Pertanyaannya kemudian, kenapa kita tidak tahu, padahal kita mengaku muslim sejati? Hayo... Kenapa? Mungkin, di antara kamu ada yang ngejawab, "Nggak ada waktu untuk belajar agama." Atau, "Mata pelajaran agama di sekolah ngebosenin, monoton, dan gurunya killer abis". Boleh jadi yang disampaikan di sekolah atau pengajian saat bicara agama pasti mengarah ke surga atau neraka. Iya, kalau kita punya tabungan banyak ibadah karena ngerti caranya, kita bisa pegang tiket ke surga. Lha kalau kita banyak dosa? Atau, kita tidak shalat misalnya dengan alasan aneh: karena tidak bisa. Apa tidak repot? Belum lagi jika belajar a...

Doa Memulai Pengajian Al-Quran, Ilahana Yassir Lana

Berikut ini adalah doa yang biasa dibaca sebelum memulai mengaji al-Quran.  Ilaahana yassir lanaa umuuronaaa 2 x Min diininaaa wa dun-yaanaaa 2 x Yaa fattaahu yaa aliim 2 x Iftah quluubanaa 'alaa tilaawatil qur'aan 2 x Waftah quluubanaa alaa ta'allumil 'uluum 2x

bila muhammad seorang superman

Dinamis dan kreatif. Dua kata inilah yang kali pertama muncul dalam benak kita saat membuka lembar demi lembar Maulid ad-Dibaiy. Maulid ini ditulis dalam dua bentuk: prosa dan syair. Tercatat lima buah kumpulan syair indah. Di sela-sela kelimanya beberapa kumpulan prosa yang juga tak kalah puitis menghiasi kitab ini. Mengawali buku ini, kita langsung disuguhi kumpulan syair. Kumpulan syair pertama ini lebih berupa doa agar diberi keberkahan, diampuni dosa, dan bisa berkumpul dengan Nabi kelak. Selain kepada Nabi, doa juga ditujukan kepada para sahabat, keluarga, guru, orang tua, dan seluruh umat Islam. Kumpulan syair kedua tak jauh berbeda. Tapi, kali ini sang pengarang curhat tentang kondisi dirinya yang (ternyata) keturunan Muhammad. Syair kali ini lebih banyak berwujud pemuliaan—untuk tidak menyebut pengkultusan— atas Muhammad dan keturunanya. Hal ini amat kentara pada syair ke-16 dan ke-17. Dinyatakan, keturunan Muhammad adalah kunci keamanan bumi dan bint...